Inovasi Maksimal, Kemudahan Maksimal, Kelemahan Minimal.

Judul post kali ini saya buat (sedikit) lebih panjang, karena untuk memberikan efek spesial yang lebih (harapannya sih…) pada post ini. Ya, karena post ini adalah UTS saya di matakuliah Creativity and Innovation! (sfx: jeng jeng!)

Menurut saya Google adalah perusahaan paling inovatif di dunia. Opini saya ternyata disetujui oleh Fastcompany.com, karena menurut web ini Google menduduki peringkat satu dalam perusahaan terinovatif di seluruh dunia, kemudian diikuti Apple dan Facebook.

Bayangkan ketika kita ingin mencari info tentang sesuatu. Apa yang kita pertama kali lakukan? Kebanyakan dari kita akan melakukan browsing, dengan mengetik kata kunci diatas tadi pada search bar di web kesayangan kita semua, yaitu Google, dan biasa disapa akrab dengan Mbah, Om, dst karena jaman sekarang kita bisa mengetahui segalanya dari Mbah Google ini.

Google memberikan kemudahan bagi kita untuk mencari segalanya, dengan hanya 1 search bar saja. Google adalah hasil kreatifitas dan inovasi yang sangat luar biasa dari Sergey Brin dan Larry Page. Tanpa mereka berdua, mungkin sampai saat ini perpustakaan masih penuh sesak dikunjungi oleh orang-orang yang sedang mengerjakan tugas sekolah atau kuliahnya. Atau mungkin bahkan bisa juga perpustakaan dipenuhi oleh orang-orang yang kepo, yang mencari tahu segala sesuatu hanya untuk memuaskan sifat penasarannya.

Google telah melakukan inovasi di bidang-bidang sebagai berikut:

  • Teknologi
    Teknologi yang dimiliki Google sudah pasti melampaui perusahaan-perusahaan yang sejenis, karena tidak ada lagi mesin pencari yang bisa mencari lebih baik daripada Google. Hasil pencarian Google lebih akurat dan beragam. Hampir semua yang ingin kita cari, ditemukan pada halaman pertama.
  • Proses
    Prosesnya sangat mudah. Kita tinggal mengetik kata apapun yang ingin kita cari, dan setelah memencet tombol Enter, dan secepat kedipan mata, link untuk info yang kita cari sudah ada di depan mata.
  • Barang/Jasa
    Selain mesin pencari, Google juga memiliki barang dan jasa lain, seperti Google AdWords (iklan), Google Books (buku), Google Docs (penyimpanan dokumen), Google Mail (layanan Email), Google Map (peta), dan bahkan Operating System sendiri, yaitu Android. Dan masih banyak lagi, sebenarnya.
  • Model Bisnis
    Model bisnis Google bisa dilihat dibawah ini:

Saran saya untuk Google, sekarang Google sudah sampai tahap perusahaan paling inovatif di seluruh dunia. Pertahankan kondisi ini, lihat ke sekeliling, untuk bersiap menghadapi teknologi-teknologi terbaru dari kompetitor.

Menghafal Dengan Membuat Cerita.

Oke, satu lagi tugas matakuliah Creativity and Innovation. Kali ini tugas saya adalah… menghafal kata (apa? yang bener?).

Kata yang harus saya hafalkan ada 10, yaitu:

11. Louis Pasteur

12. Galileo Galilei

13. Aristotle

14. Euclid

15. Moses

16. Charles Darwin

17. Shih Huang Ti

18. Augutus Caesar

19. Nicolaus Copernicus

20. Antoine Laurent

Cara cepat untuk menghapal kata-kata diatas adalah dengan membuat cerita dengan memasukkan semua kata-kata yang ada diatas. Seperti ini:

Louis Pasteur sebel sama Galileo Galilei karena Galileo dapat gaji dobel  dibanding dirinya. Karena sebel, setelah pulang kerja Louis mampir ke nasi timbel langganannya milik seorang temannya, Aristotle. Ketika sedang makan, ada seorang penjual buku fabel datang menawarkan jualannya. Penjual tersebut bernama Euclid. Louis menolaknya, karena sebenernya ia ingin membeli mebel. Euclid pun memanggil temannya yang juga penjual mebel untuk datang menawarkan barangnya ke Louis. Si penjual mebel tersebut adalah Moses. Akhirnya Louis membeli mebel dari Moses, dan mengangkutnya di mobilnya. Di tengah jalan, ban mobilnya bocor karena kelebihan beban. Beruntung dipinggir jalan ada Charles Darwin yang siap nambal ban mobil Louis. Ketika Charles menambal ban mobil Louis, maling bernama Shih Huang Ti masuk ke dalam mobil Louis. Karena itu, orang-orang mendatangi tempat Louis dan Darwin sedang duduk, membuat tempat tersebut menjadi berjubel. Yang dicuri oleh Shih Huang Ti adalah label milik Augustus Caesar. Louis dan Charles bingung, kenapa mencuri label, apalah arti sebuah label. Ternyata label tersebut adalah label untuk membeli sambel terenak diseluruh dunia, yaitu sambel Nicolaus Copernicus yang dimasak di dapulnya Antoine-Laurent Lavoisier.

Inovasi.

Awalnya ketika saya mendapatkan tugas ini, saya bingung. Apa beda Inovasi dan Kreatifitas? Nama matakuliah ini Creativity and Innovation, yang berarti memang ada perbedaan yang mendasar diantara Kreatifitas dan Inovasi.

Setelah mencari dan membaca dari banyak sumber, saya mendapatkan benang merah dari semua sumber yang saya baca tentang perbedaan Kreatifitas dan Inovasi. Singkat saja, inilah perbedaan tersebut (dengan kesimpulan yang sangat saya ringkas):

“Kreatifitas adalah Ide, tetapi Inovasi adalah Ide ditambah dengan Aksi.”

Jadi, Inovasi setingkat lebih atas dibanding Kreativitas. Hmm. Inovasi yang paling “wah” menurut saya adalah mobil produksi massal pertama di dunia, yaitu Ford Model T. Sebelum Model T diciptakan, mobil hanya bisa dipakai kalangan atas saja. Setelah Ford Model T diproduksi massal, masyarakat kelas menengah juga bisa memakai mobil. Tidak hanya itu, walaupun Model T sudah lama tidak diproduksi lagi, mobil-mobil yang diproduksi saat ini adalah hasil evolusi dari sistem produksi dan komponen-komponen yang dulu pernah dipakai Model T.

Kreatif: Perusahaan.

Di post sebelumnya saya menyebutkan orang yang paling Kreatif, sekarang yang harus saya sebutkan (dan jelaskan) adalah perusahaan yang paling Kreatif.

Perusahaan yang paling Kreatif adalah Google. Kenapa Google?

Bayangkan ketika kita ingin mencari info tentang sesuatu. Apa yang kita pertama kali lakukan? Kebanyakan dari kita akan melakukan browsing, dengan mengetik kata kunci diatas tadi pada search bar di web kesayangan kita semua, yaitu Google, dan biasa disapa akrab dengan Mbah, Om, dst karena jaman sekarang kita bisa mengetahui segalanya dari Mbah Google ini.

Google memberikan kemudahan bagi kita untuk mencari segalanya, dengan hanya 1 search bar saja. Google adalah hasil kreatifitas yang sangat luar biasa dari Sergey Brin dan Larry Page. Tanpa mereka berdua, mungkin sampai saat ini perpustakaan masih penuh sesak dikunjungi oleh orang-orang yang sedang mengerjakan tugas sekolah atau kuliahnya. Atau mungkin bahkan bisa juga perpustakaan dipenuhi oleh orang-orang yang kepo, yang mencari tahu segala sesuatu hanya untuk memuaskan sifat penasarannya.

Kreatif: Apa, Mengapa, Siapa.

  • Apa itu Kreatif?
    Well, kalau mesti menjelaskan definisi, saya suka membahas dari segi literal, atau arti harfiahnya terlebih dahulu (soalnya biasanya lebih simpel sih, saya ga suka hal-hal ribet). Jadi, Kreatif adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, yaitu Creative. Creative sendiri berasal dari kata Creo, yang berarti “untuk menciptakan”. FYI, Creo adalah nama Company IBE dari kelas C pada tahun 2011-2012. Creo adalah company tempat saya “hidup” selama setahun. Dan kami memakai nama Creo karena literal meaning nya itu. Ehem, jadi melenceng. Sepertinya cerita tentang IBE tidak perlu dijelaskan lagi, nanti jadi nyampah. Kembali ke pertanyaan, jadi Kreatif adalah menciptakan. Menciptakan sesuatu, segala sesuatu, tidak hanya yang berhubungan dengan seni, karena saya melihat bahwa kata Kreatif seringkali diasosiasikan dengan seni. So, we have to be creative, regardless of what our occupation is.
  • Mengapa kita harus Kreatif?
    Seperti yang saya bilang tadi, Kreatif adalah soal menciptakan sesuatu, dan tidak perlu berkaitan dengan seni, jadi saya rasa semua orang perlu memiliki Kreatifitas untuk bisa maju dan sukses. Loh, apa hubungannya? Jaman sekarang ini, orang yang memiliki ide yang lebih baik daripada orang lain, bisa menjadi lebih sukses. Ide itu mahal. Dengan “hanya” sebuah ide, bisa tercipta sesuatu. Sesuatu yang bisa mengubah hidup kita. Hidup 1-2 orang. Atau bahkan hidup seluruh manusia.
  • Siapa orang yang paling Kreatif?
    Menurut saya, orang yang paling Kreatif, adalah orang yang “hanya” dengan ide nya (sekali lagi saya bilang, “hanya”) dia bisa mengubah dunia, menghasilkan keuntungan yang besar untuk dirinya, dst. Predikat ini, dari saya, jatuh kepada Steve Jobs. Kenapa Steve Jobs, karena sudah banyak produk-produk yang terlahir dari ide beliau. Terlebih lagi, produk-produk yang dia ciptakan adalah produk-produk yang sebelumnya sudah ada, tetapi bisa diterima oleh masyarakat, dan bahkan mengubah gaya hidup masyarakat. Lihat saja iPod. MP3 player sejenis iPod sudah banyak beredar sebelum iPod, sebut saja Sony dengan Walkman-nya. Dahulu, Walkman mungkin pernah menjadi Top of Mind orang-orang untuk pemutar musik portabel, sekarang? Orang yang sebelumnya tidak mengenal Walkman pun, sekarang memiliki sebuah iPod. Kemana mana orang membawa iPod, dan bahkan saya, sambil menulis post ini, mendengarkan lagu Let it Be-nya The Beatles dari iPod saya (lah…). iPod mendatangkan keuntungan finansial dalam jumlah besar untuk Apple, dan juga untuk Steve Jobs. Dan yang terakhir… iPod cuman salah satu produk inovatif yang diciptakan oleh Steve Jobs. Kebayang ga tuh?

Arti Nama Haykel Adityawarman.

Di post saya yang pertama ini, saya minta maaf karena keterlambatan saya dalam mengerjakan blog ini. Alasan pertama adalah karena saya baru memilih mata kuliah Creativity and Innovation ini setelah PRS, dan banyaknya post yang sudah dibuat sebelum saya masuk matkul ini, membuat saya malas mengerjakannya dan menundanya sampai sekarang. Tapi tugas blog ini tetap harus dibuat kan?

Hmm let’s move on, post ini sebenernya harus menceritakan arti nama saya bukan? Baiklah kalau begitu, mari kita lanjutkan saja.

Nama lengkap saya adalah Haykel Adityawarman, dengan nama panggilan Haykel. Haykel berasal dari Bahasa Arab, yaitu Haikal. Agak berbeda bukan? Seingat saya, yang memberikan nama Haikal kepada anak pertama pasangan Andry Novijandry dan Yona P Siregar adalah nenek dari mama saya, dan kemudian diganti oleh kedua orangtua saya menjadi Haykel, dikarenakan mereka tidak mau nama anak pertama mereka dinamai oleh nama yang mainstream. Mungkin karena itu juga, saya menjadi orang yang memiliki sifat anti-mainstream, dan hanya mengikuti mainstream karena suatu alasan tertentu. Kenapa jadi anti-mainstream? No specific reason, udah dari sananya tuh…. (kenapa malah bahas mainstream?) Ah, sebelum saya lupa, nama Haikal berarti “tumbuh besar dan subur”. Orang tua saya berharap saya menjadi orang yang besar suatu saat nanti, lebih besar dari dari papa saya sekarang. Tentu saja besar disini adalah makna konotasi, karena untuk makna denotasi, saya bukanlah orang yang besar. Tinggi cuma 168 cm, berat 52 kg. Well

Sekarang nama Adityawarman. Nama inilah yang pertama kali diberikan orangtua kepada saya. Adityawarman adalah nama dari Bahasa Sansekerta, dan juga nama raja di salah satu kerajaan Hindu di nusantara, saya lupa-lupa-gaktau gitu deh. Bisa di search di google. Orangtua saya memberikan nama Adityawarman kepada saya, karena dulu jaman papa saya SMA/kuliah (lupa), papa saya punya seseorang yang dia hormati, bernama Adityawarman.

There is a quote in Shakespeare’s most famous drama, Romeo and Juliet. “What’s in a name?” For me, name is an identity, a branding, and a hope that our parents gave us. This name, is the name I will carved into history in the future.